Error
  • The template for this display is not available. Please contact a Site administrator.

Mengenal Sifilis Kongenital, Sifilis Mengerikan Pada Wanita Hamil


Sifilis kongenital adalah salah satu jenis raja singa yang pada umumnya akan menyerang wanita hamil, dan tentunya bisa memberikan efek yang mengerikan dan sering mengancam jiwa seorang bayi, dan sering mengancam kesehatan wanita hamil.

Diketahui seorang ibu hamil yang menderita sifilis kongenital dapat menyebarkan penyakit ini melalui plasenta ke bayi yang belum lahir dan juga selama proses persalinan.

Kebanyakan bayi yang baru lahir dengan sifilis jenis ini mungkin mengalami gejala yang parah, termasuk gangguan pendengaran, ruam, tuli, kelainan gigi pada bayi, sehingga dengan pengobatan yang tepat waktu selama kehamilan dapat mencegah semua hal tersebut.

Apakah yang Menjadi Penyebab Sifilis Kongenital

Diketahui Sifilis kongenital disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum yang ditularkan dari ibu ke bayi selama perkembangan janin atau saat lahir. Hampir setengah dari semua bayi yang terinfeksi sifilis saat mereka berada di rahim meninggal sesaat sebelum atau sesudah kelahiran.

Gejala-Gejala Sifilis Kongenital Pada Bayi yang Baru lahir Dapat Meliputi:

  1. Biasanya bayi gagal untuk menambah berat badan atau kegagalan untuk berkembang
  2. Bayi sering mengalami demam
  3. Bayi sering marah dan menangis
  4. Terdapat ruam di bagian mulut, alat kelamin, atau pada anus
  5. Biasanya timbulnya ruam dari ukuran luka kecil di telapak tangan dan telapak kaki, dan kemudian berubah menjadi ruam berwarna tembaga, dalam bentuk datar atau bergelombang di wajah, telapak tangan, dan telapak kaki.
  6. Keluarnya cairan berair dari hidung

Gejala-Gejala Sifilis Kongenital Pada Bayi yang Lebih Tua Meliputi:

  1. Pertumbuhan gigi tidak normal dan berbentuk pasak, disebut gigi Hutchinson
  2. Sakit pada tulang
  3. Mengalami kebutaan
  4. Turunnya pendengaran atau tuli
  5. Keluarnya cairan lendir berwarna abu-abu pada anus dan Miss V bagian luar
  6. Sendi terasa bengkak
  7. Bayi kesulitan untuk menggerakkan lengan atau kaki
  8. Mengalami jaringan parut pada kulit di sekitar mulut, alat kelamin, dan anus

Bagaimana Saya Tahu Bahwa Saya dan Bayi Mengalami Sifilis Ini?

Biasanya cara mengetahui apakah Anda dan bayi Anda terinfeksi sifilis atau tidak adalah dengan berbagai macam cara tes yang dilakukan oleh tim medis, salah satunya adalah dengan melakukan tes darah pada ibu yang rutin untuk mendiagnosa sifilis selama kehamilan.

Dan tes tersebut dilakukan saat wanita mengalami gangguan yang dicurigai pada saat kelahiran, atau mungkin plasenta akan diperiksa untuk tanda awal sifilis.

Selain itu pemeriksaan fisik pada bayi yang mengalami sifilis mungkin menunjukkan tanda-tanda adanya pembengkakan hati dan limpa atau radang tulang, dan berikut dibawah ini adalah beberapa cara mendiagnosa nya:

  1. Melakukan tes antibodi Treponema fluoresens
  2. Melakukan tes RPR (rapid plasma regain) adalah tes skrining untuk sifilis, biasanya tes ini mencari antibodi yang hadir dalam darah orang-orang yang mungkin menderita penyakit ini.
  3. Melakukan uji laboratorium penelitian penyakit kelamin
  4. Melakukan tes tulang rontgen pada bayi
  5. Melakukan pemeriksaan mata pada bayi

Apa yang Terjadi Kepada Bayi Jika Sifilis Tidak Segera Diobati?

  1. Bayi bisa mengalami kebutaan
  2. Bayi bisa mengalami ketulian
  3. Mengalami kelainan bentuk wajah
  4. Masalah sistem saraf

Bagaimana Cara Mencegahnya?

Cara mencegah penyakit sifilis ini adalah dengan cara melakukan hubungan seksual yang aman terutama hanya melakukan hubungan seksual dengan pasangan sah Anda dan jangan melakukan hubungan seks bebas, selain itu jangan lupa gunakan kondom untuk mengurangi terinfeksi sifilis dan membantu mencegah penyebaran sifilis.

Jika Anda menduga memiliki penyakit menular seksual seperti sifilis, maka segeralah dapatkan bantuan medis untuk menghindari komplikasi yang dapat menginfeksi bayi Anda selama kehamilan atau kelahiran.

Selain itu tes darah secara rutin harus dilakukan selama kehamilan, hal ini dapat mengidentifikasi ibu yang terinfeksi sehingga mereka dapat mengurangi risiko pada bayi dan dirinya sendiri. Bayi yang lahir dari ibu terinfeksi yang mendapat pengobatan secara tepat selama kehamilan berisiko minimal untuk menderita sifilis jenis ini.